Pahami, 5 Tanda Awal Kanker Paru yang Kerap Terabaikan




ZAGS – Kanker paru tak ubahnya 'pembunuh diam-diam'. Tanda awal kanker paru yang tak terdeteksi membuat penyakit mematikan ini kerap terlambat ditangani.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, sekitar 40 persen pasien menerima diagnosis setelah penyakit berkembang menuju stadium lanjut. Satu dari tiga pasien didiagnosis saat kanker paru telah mencapai stadium tiga.

Kanker paru menjadi pembunuh pertama akibat kanker di dunia. WHO mencatat, sebanyak 1,76 juta kematian disebabkan oleh kanker paru pada 2018 lalu.

Meski sulit dideteksi, beberapa pasien mengalami sejumlah tanda potensial pada tahap awal perkembangan.

Agar penanganan tak terlambat, penting untuk mengetahui beberapa perubahan pada tubuh, khususnya pada pernapasan Anda.

1. Batuk kronis tiba-tiba
Batuk kronis adalah gejala yang paling mungkin muncul pada tahap awal. Ahli penyakit dalam, Andrea McKee mengatakan, perkembangan tumor dapat menimbulkan banyak perubahan pada tubuh.

Perkembangan tumor yang terjadi pada salah satu bronkus (saluran udara utama menuju paru-paru) akan memicu batuk. 

"Ini [perkembangan tumor] dapat memicu batuk meski tumor relatif masih kecil," ujar McKee, mengutip self.com.

Namun, batuk bukan satu-satunya gejala yang bisa dijadikan patokan. Batuk bisa juga menandakan kondisi kesehatan yang lain.

"Jika Anda mengalami batuk yang berlangsung selama dua atau tiga minggu dan tak ada virus apa pun yang menginfeksi, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter," ujar McKee.

2. Napas pendek.
 American Cancer Society mencatat, sesak napas menjadi salah satu tanda awal kanker paru. Secara medis, kondisi ini dikenal dengan istilah dispnea.

McKee mengatakan, dispnea bisa muncul jika tumor menghalangi jalur pernapasan. Sesak napas yang tak dapat dijelaskan harus dikonsultasikan secara medis.

3. Batuk berdarah
Tumor yang berkembang di lokasi yang berdekatan dengan bronkus dapat memicu batuk berdarah. Batuk umumnya akan disertai dengan sakit kepala dan sesak napas.

"Jika Anda pernah batuk berdarah atau mengeluarkan dahak berwarna tanpa penjelasan, segera periksakan diri ke dokter," ujar McKee.

4. Nyeri dada
Perkembangan tumor yang telah menyebar ke dinding dada atau menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening di area tersebut dapat menyebabkan sakit pada dada, punggung, atau bahu.

Nyeri dada yang disebabkan oleh kanker paru cenderung memburuk ketika batuk, tertawa, dan bernapas dalam-dalam.

Karena nyeri dada bisa menjadi penanda kondisi kesehatan lainnya, penting untuk mengkonsultasikannya dengan profesional.

5. Suara serak dan mengi
Masalah pernapasan yang disebabkan oleh kanker paru tak cuma sesak napas. American Cancer Society mencatat, suara serak dan mengi juga menjadi salah satu tanda awal kanker paru.

Editor : Fajar Setiaji
Sumber : CnnIndonesia.com
Foto : self.com

Share:

Kapolri Janji akan Beri Pengamanan Kepada Tito Dimanapun Berada



ZAGS-- Mantan Kapolri Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian resmi menyerahkan mandat kepemimpinannya kepada Kapolri baru, Jenderal Pol Idham Azis.

Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis dalam sambutanya menjelaskan, bahwa institusinya siap mendukung atau mem-back up Tito Karnavian yang kini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri.

Tak hanya itu, Idham juga berjanji bahwa Polri akan memberi pengamanan Tito dimanapun.

"Institusi Polri akan mem-back up bapak sepenuhnya, akan memberikan pengamanan di manapun bapak berada untuk kita bekerjasama membawa NKRI ini aman tenteram," ungkap Idham di lapangan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu (6/11/2019).

Dalam sambutannya, Idham juga menjelaskan akan mengabdi sebaik-baiknya sebagai Kapolri.

Dikutip dari laman Kompas.com, Idham juga berjanji akan meneruskan program yang dicetuskan oleh Tito, serta memantapkan soliditas TNI-Polri.

"Saya akan lanjutkan seluruh program yang telah dicanangkan Pak Mendagri, Pak Kapolri sebelumnya, dan saya memantapkan soliditas TNI-Polri sebagai bagian pilar NKRI yang telah mengkristal untuk mengawal NKRI ini," ujar Idham.

Idham sendiri terpilih sebagai Kapolri menggantikan Tito yang dilantik sebagai Menteri Dalam Negeri di kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.


Editor : Fajar Setiaji
Foto : Devina Halim
Sumber : Kompas.com

Share:

KKMS Ajak Masyarakat Lestarikan Keroncong

ZAGS--Tepukan riuh penonton dan sorot lampu warna-warni membuat suasana Pendhapi Ageng Balaikota terlihat ramai pegunjung dari Pasar Gede. Acara perdana yang dibuat KKMS (Komunitas Keroncong Muda Surakarta) berjudul Bumi Emas Tanah Airku pada 25 Mei 2019 membuat penonton terhibur dengan penampilan anak-anak muda lewat musik keroncong. Tri (60), penonton asal Sangkrah, Solo menjelaskan rasa senangnya bisa hadir di dalam acara ini. “Pas hadir ke lokasi saya kira yang main pemain-pemain lawas seperti Bu Waldjinah, eh ternyata anak muda. Luar bisasa masih ada anak muda yang mau mainan keroncong,”  ujar Tri.

Acara yang diselenggarakan KKMS ini tidak hanya berupa pertunjukkan musik, melainkan pemberian penghargaan pada seniman keroncong yang kurang diberikan apresiasi oleh media dan masyarkat. Pemberian penghargaan diawali dengan pemutaran video tentang tokoh yang akan diberikan gelar maestro. Suasana haru terasa ketika air mata para seniman keluar saat meyaksikan video masa lalunya saat masih aktif dengan keroncong. Seniman yang hadir diantaranya Ibu Hariyati, Bapak Sentot, Bapak Tukiyo Cipto, dan Ibu Waldjinah.

Beranjak dari keresahan pemuda-pemudi pecinta keroncong dalam KKMS yang mengemban misi untuk menyatukan seluruh pemuda pecinta keroncong di Solo, baik yang sudah memainkan musiknya melalui komunitas atau kampung.

Komunitas ini memang didominasi oleh anak muda dalam susunan kepengurusan di dalamnya. Namun komunitas ini terbuka bagi siapa pun yang hendak ikut pada beberapa kegiatannya kedepan, lantaran melestarikan musik keroncong tidak harus menjadi pemusik, cukup membagikan konten mengenai keroncong sudah termasuk melestarikan.

Alfa Omega, Ketua Panitia Bumi Emas Tanah Airku dan Ketua KKMS, ingin semua orang kembali melestarikan musik keroncong dan mencintainya, baik yang muda dan tua, semua harus bersinergi. Alfa mengaku cintanya terhadap keroncong dimulai ketika berbicara dengan almarhum kakenya di kala senja menunjukkan pancaran warna indahnya. Kemudian ia mendapat perintah untuk memainkan selo, namun ditolaknya lantaran belum siap. Selang satu tahun setelahnya melakukan pembicaraan serius, sang kakek tutup usia. Hal ini lah yang membuat Alfa muda terketuk hatinya untuk meneruskan perjuangan kakeknya dalam melestarikan keroncong, meningat adik dan kakaknya tidak ada potensi ke musik.

Seiring berjalannya waktu, Alfa mengajak beberapa temannya yang mahir memainkan musik dan berpengalaman dalam merencanakan event. Akhirnya terbentuklah KKMS pada Februari lalu. Respon masyarakat terhadap acara perdana KKMS ini terbilang baik, kursi yang disediakan terbatas untuk tamu undangan dan masyarakat yang datang awal di acara tersebut terpenuhi. Hingga ada masyarakat yang rela berdiri bersama pasangan dan keluarga di samping-samping kursi yang dipisahkan menjadi dua saf.

Selepas acara Bumi Emas Tanah Airku, Ezags berhasil bertemu dengan Alfa kembali untuk berbincang-bincang seputar keroncogg. Ia berharap adanya KKMS bisa menjadi wadah bagi muda-mudi penikmat dan pecinta musik keroncong.

“Saya berharap bisa mengajak semua kalangan, baik yang tergabung dalam KKMS maupun belum, dapat bersama-sama melestarikan musik keroncong dan yang terpenting tidak melupakan melupakan budayanya,” kata salah satu mahasiswa UGM ini.

Foto : Istimewa
Penulis : Galih Bayu Aji


Share:

Hadiri KTT ke-35 ASEAN di Bangkok, Jokowi Harap Situasi di Rakhine Segera Normal




ZAGS--Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri sesi Pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-35 ASEAN yang digelar pada Sabtu, 2 November 2019, di Bangkok, Thailand. Dalam sesi itu Jokowi menaruh perhatian besar pada upaya pemulihan situasi dan keamanan di Negara Bagian Rakhine, Myanmar. Dia berharap agar situasi di daerah tersebut dapat mengalami kemajuan yang berarti.

"Saya yakin kita semua mengharapkan agar situasi di Rakhine State dapat segera kembali normal," kata Jokowi kepada para pemimpin negara ASEAN, seperti dikutip dari siaran pers, Minggu (3/11).

Sejalan dengan yang telah disepakati para pemimpin ASEAN yang hadir, Jokowi berharap pemulangan pengungsi di Negara Bagian Rakhine secara sukarela, aman, dan bermartabat agar terus diupayakan oleh para pemimpin ASEAN.  

Dikutip dari laman CnbcIndonesia.com, Dalam pertemuan tersebut Jokowi menegaskan Indonesia siap untuk berkontribusi agar satuan tugas ad-hoc dapat segera terbentuk dan bekerja. Pendirian ad-hoc task force di Sekretariat ASEAN tersebut juga disepakati oleh para pemimpin ASEAN.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang ikut menghadiri acara tersebut mengatakan, bahwa Jokowi menawarkan beberapa saran dan pandangan dalam upaya penanganan penyelesaian isu tersebut. Pertama, Jokowi memandang perlu adanya dialog lanjutan dengan para perwakilan pengungsi yang berada di Cox’s Bazaar.

Retno berharap dengan berdialog akan timbul sebuah kepercayaan, sehingga  persiapan pemulangan pengungsi bisa berjalan secara aman.

Kedua, Indonesia sepenuhnya mendukung pendirian satuan tugas ad-hoc di Sekretariat ASEAN yang fokus memantau pelaksanaan rekomendasi tim Preliminary Needs Assessment (PNA).

Foto : Poskotanews.com
Penulis : Fajar Setiaji
Source: CnbcIndonesia.com
Share:

Menang Dramatis, Liverpool Aman Bertengger di Pucuk Klasemen


ZAGS – Melalui gol Sadio Mane di masa injury time, tepatnya di menit ke-93, Liverpool berhasil mencuri tiga poin di markas Aston Villa pada Sabtu, 2 Novermber 2019. Kemenangan dengan skor 1-2 ini membuat tim Merseyside merah berjarak sembilan poin dari pesaing kuatnya, Manchester City.

Dikutip dari detiknews.com, sepanjang pertandingan, Liverpool menguasai bola hingga 74%, melepaskan total 25 tembakan dengan enam yang on target. Sementara tuan rumah memanfaatkan keunggulan untuk merapatkan pertahanan, hingga cuma punya lima tembakan dan dua di antaranya mengarah ke gawang.

Kemenangan ini membuat Liverpool tak terkalahkan di tujuh pertandingan Premier League ketika mereka kebobolan duluan, menang enam kali dan seri sekali; mereka paling banyak memenangi poin dari posisi tertinggal (10) ketimbang tim lain.

Menang setelah bekerja begitu keras terasa lebih nikmat. Di saat yang sama, pertandingan ini mengingatkan Liverpool untuk terus menjaga level tetap tinggi tiap pertandingannya.

"Kami sudah menunjukkan kegigihan selama 18 bulan terakhir dan musim ini kami terus melaju. Hari ini kami tahu kalau kami punya sejumlah peluang bagus dan tidak ada yang lebih baik daripada gol kemenangan di menit terakhir," ungkap Robertson kepada Sky Sports, seperti dikutip BBC.

"Aston Villa adalah tim yang baru promosi dan mendesak kami hingga akhir. Kami tahu kami harus berada di titik terbaik di setiap pertandingannya," imbuhnya.

Foto         : Istimewa
Editor        : Galih Bayu Aji
Sumber     : Detiknews.com
Share:

Ini Yang Membuat Mahasiswa Betah Nongkrong di Kafe



ZAGS—Kafe, identik dengan tongkrongan anak muda. Biasanya kafe didesain unik dan kekinian agar menarik pelanggan. Kafe biasanya digunakan untuk nongkrong, mengerjakan tugas, sampai rapat. Kafe biasanya didominasi oleh mahasiswa atau pelajar.

Kafe merupakan tempat yang menjual aneka camilan, minuman, hingga makanan berat. Kafe identik dengan tempatnya yang menarik dan nyaman. Selain itu, tak jarang kafe dilengkapi oleh beberapa fasilitas pendukung agar lebih menarik pelanggan. Seperti toilet, musala, Wi-Fi gratis dan lain sebagainya.

Kafe tak hanya digunakan untuk tempat makan dan minum karena menyediakan berbagai macam variasi menu. Seperti, kopi, kentang goreng, cocktail, susu, roti, eskrim dan lain sebagainya. Harga di kafe pun tergolong bisa dijangkau oleh mahasiswa. Dengan harga minimal Rp10.000an.

Ada beberapa alasan mahasiswa ke kafe di antaranya nongkrong dan tertarik dengan tempatnya yang nyaman.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu Mahasiswa Teknologi Informasi Politeknik Negeri Malang, Eka Pratitis,21 yang mengaku sering ke kafe karena ingin nongkrong dengan tempat yang ia rasa nyaman.

“ Saya sering ke kafe untuk nongkrong. Biasanya saya mencari kafe yang nyaman menurut saya. Tempat   yang simple, tidak terlalu ramai, dan tempat duduk yang tidak terlalu berdekatan. Agar leluasa kalau mengobrol dengan teman saya. Kalau biasanya saya ke kafe beli kopi sama beberapa camilan. Kalau habisnya biasa sekitar Rp20.000an,” kata dia pada (20/8/2019).

Hal serupa juga diungkapkan oleh A’yun,22,Mahasiswa Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Negeri Malang mengaku dirinya sering juga nongkrong di kafe.

“Saya sering nongkrong di kafe. Untuk ngobrol bersama teman-teman. Kalau saya di kafe biasanya hanya nongkrong saja. Karena tidak bisa mengerjakan tugas dikeramaian. Biasanya kalau di kafe habis sekitar Rp50.000an. Itu udah dapat es coklat, kentang goreng, tahu krispi, sama udang keju,” kata A’yun

Galih,22,Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan UNS Solo juga mengaku menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk nongkrong di kafe.

“Saya biasanya sekitar 2 jam kalau nongkrong di kafe. Biasanya berangkat jam 8 malam pulang jam 10 malam,” kata Galih

Andi,21,Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNS Solo mengaku ke kafe selain untuk nongkrong, juga untuk Photoshoot dan Shooting video.

“Saya kalau ke kafe seringnya nongkrong. Tapi kadang saya juga melakukan beberapa Photoshoot dan Shooting video di kafe. Karena tempatnya Instagramable,” kata Andi

Selain untuk nongkrong mahasiswa juga menggunakan kafe untuk mengerjakan tugas. Karena rata-rata kafe selalu menyediakan fasilitas Wi-Fi gratis.

Mahasiswa Desain Interior Institut Seni Indonesia Solo,Chelvin,21 mengaku dirinya sering ke kafe untuk mengerjakan tugas.

“Saya kalau ke kafe paling sering mengerjakan tugas. Untuk mencari Wi-Fi saja. Saya pernah ke kafe datang sekitar pukul jam 10 sampai jam 3 pagi. Karena lembur mengerjakan tugas dan sambil ngobrol,” kata Chelvin.

Minimal Chelvin beli hidangannya sekitar Rp15.000an. Tidak terlalu banyak, karena berhemat. Biasanya ia di kafe lebih dari 3 jam. Karena selain mengerjakan tugas, juga ngobrol dengan teman. Ia juga mengaku menikmati alunan music yang diputar pada beberapa kafe yang pernah ia datangi.

Tak jarang mahasiswa juga menggunakan kafe untuk berdiskusi dan rapat.

Seperti Farah,20,Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNS Solo mengaku sering rapat di kafe karena membutuhkan Wi-Fi.

“Saya rapat di kafe karena enggak tau maurapat di rumah siapa. Selain itu, kalaupun di rumah enggak enak dengan tetangga dan orang tua. Biasanya rapat 1,5-3 jam. Apalagi kalau saya rapat AIESEC ya penting Wi-Fi karena semua kerjaan kita mesti pakai internet,” kata Farah

Ia juga mengaku perlu akses ke google drive dan website. Karena itu pekerjaan mereka. Setiap rapat selalu ada tugas. Kalau rapat tak hanya membahas sesuatu. Pasti ada working hour nya. Dan sangat membutuhkan Wi-Fi.

Selain itu, menurutnya rapat selalu di kafe karena kebanyakan ruang yang paling cocok adalah kafe.

Hal serupa juga diutarakan Atika,21,Mahasiswa Ilmu Filsafat Universitas Gajah Mada mengaku selain nongkrong dan mengerjakan tugas juga sering ke kafe untuk rapat.

“Saya ke kafe biasanya mengerjakan tugas dan dongkrong. Tapi sering juga rapat di kafe. Biasanya kalau ke kafe saya habis Rp50.000an kalau sama makan. Kalau minum saja kadang ya Rp30.000an,” kata Atika.

Menurut penelitian Ahmad Fauzi, I Nengah Punia, Gede Kamajaya  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana yang berjudul Budaya Nongkrong Anak Muda Di Kafe  (Tinjauan Gaya Hidup Anak Muda Di Kota Denpasar) di simpulkan sebagai berikut.

1.    Persepsi anak muda terhadap merebaknya kafe dianggap sebagai bagian dari gaya hidup. Fenomena tersebut juga merebak di berbagai kota di Denpasar. Hal tersebut menjadi jawaban atas keberadaan dan eksistensi anak muda. Serta menjadikannya saranapelepasan Hasrat, selera, serta ajang pembentukan budaya dan gaya hidup. Sekaligus sebagai bentuk distinction (jarak) antara kelas dominan den kelas lainnya.

2.    Secara fungsional kafr tidak hanya sebagai tempat menikmati kopi. Tempat bertemu atau nongkrong. Melainkan kafe saat ini telah mengalami pergeseran nilai guna (use values) yang mengarah pada nilai tanda (sign values). Bukan lagi terletak pada kebutuhan fungsional masingmasing individu di dalamnya. Melainkan berbagai motif dan kepentingan yang sifatnya lebih personal menjadi bagian dari proses konsumsi ruang kafe tersebut. Pada akhirnya, pola konsumsi juga mengalami pergeseran seiring pesatnya beragam eksterioritas. Saat ini memenuhi ruang dan tempat kafe sebagai kemasan yang unik, modern, terlebih mencitrakan setiap individu yang ada di dalamnya.

Selain itu, pengamatan yang dilakukan oleh Ezags (20/8/2019) selama sekitar 2 jam berada di salah satu kafe di Solo yang memilki karakteristik tempat yang unik. Kafe tersebut di desain seperti pada era 90an dan bernuansa klasik. Di dalam kafe tersebut disediakan beberapa buku lama. Kafe tersebut juga memberikan fasilitas toilet, Wi-Fi gratis, dan dilengkapi dengan alunan musik klasik. Seperti lagu barat dan lagu-lagu Indonesia keluaran lama. Tempat ini cocok untuk bernostalgia. Serta membuat pelanggan betah berlama-lama di sini. Tak hanya itu kafe yang memilki sekitar 15 meja ini juga memilki lantai bergambar potongan kayu.

Banyak aktivitas muda-mudi yang dilakukan di sini, selain membeli hidangan yang disediakan. Yaitu membaca buku dan bermain HP. Berdiskusi dan mengerjakan tugas menggunakan laptop. Dan bersenda gura dengan teman-temannya. Hampir semua pengunjung memainkan gawai mereka. Ada cuitan dari salah seorang pengunjung yang sedang mengerjakan tugas bertanya dengan temannya. “Eh, kamu sudah tau password Wi-Fi-nya apa?,” kata dia.

Foto : laurangelia.com
Penulis : Ardea Ningtias Yuliawati
Share:

Arsip Blog

Recent Posts

Label