Sah! Bali United Kunci Gelar Juara Shopee Liga 1 2019


ZAGS -- Bali United sukses mengunci gelar juara Liga 1 2019 pada pekan ke-30 Liga 1 2019, mengalahkan tuan rumah Semen Padang dengan skor 2-0. Pertandingan itu digelar di Stadion H. Agus Salim, Padang, Senin (2/12/2019). Bali United sah menjadi juara ketika kompetisi liga masih menyisakan 4 pertandingan lagi. 

Striker Ilija Spasojevic menjadi pahlawan Bali United dengan memborong dua gol pada menit ke-51 dan 85. Dwi gol Spaso sukses mengantarkan tim nya untuk merengkuh gelar juara musim ini walaupun Bali United hanya butuh hasil imbang. 

Tim asuhan Stefano "Teco" Cugurra mengoleksi 63 poin dalam 30 pertandingan. Posisi Bali United di puncak klasemen tak mungkin lagi dikejar di sisa kompetisi. Kendati sudah memastikan diri menjadi juara Liga 1 2019, masih ada alasan lain bagi Bali United untuk tetap tampil maksimal dalam 4 laga terakhir.

Alasan itu adalah memecahkan perolehan poin tertinggi di Liga 1, yang dimulai pada tahun 2017.
Rekor itu masih dipegang Bhayangkara FC dan Bali United sendiri, yang pada Liga 1 2017 sama-sama mengoleksi 68 poin dalam 34 laga. Ketika itu Bali United hanya finis di posisi kedua karena kalah head-to-head dari Bhayangkara FC (1-3, 2-3).

Pada Liga 1 2018, Persija Jakarta yang kala itu juga dilatih Teco menjadi juara dengan perolehan 62 poin. Kini Bali United sudah mengoleksi 63 dan masih ada sisa 4 pertandingan. Jadi, Bali United masih bisa mengumpulkan poin maksimal sampai 75 hingga akhir kompetisi nanti.

Untuk mematahkan rekor 68 poin, Bali United butuh meraih 6 poin dalam 4 pertandingan terakhir Dalam 4 pertandingan terakhir, Bali United akan menghadapi Persipura (8/12/2019), Tira-Persikabo (12/12/2019), Arema (16/12/2019), dan Madura United (22/12/2019).

Foto        : Goal.com
Sumber    : bola.net
Editor        : Ryanuri Rifki Ramadhan
Share:

Penceramah Masyhur Ini Beri Klarifikasi Terkait Ceramahnya Tentang Masa Kecil Nabi


ZAGS - Penceramah KH Ahmad Muwafiq atau yang kerap disapa Gus Muwafiq tengah menjadi sorotan atas pernyataannya tentang masa kecil Nabi Muhammad, yakni terkait nur Muhammad dan rembes. Pernyataannya itu disebarkan oleh pihak tertentu dalam bentuk video berdurasi 49 detik. Gus Muwafiq pun mengklarifikasi melalui video yang berdurasi 2,35. 

Dikutip dari Nu Online, Dai berambut gondrong itu mengaku sangat senang karena telah diingatkan oleh umat Islam. Ia menyatakan sangat mencintai Rasulullah. "Dengan senang hati saya banyak diingatkan oleh kaum Muslim dan warga bangsa Indonesia yang begitu cinta Rasulullah. Saya sangat mencintai Rasulullah. Siapa kaum Muslimin yang tidak ingin Rasulullah?" kata Gus Muwafiq, Senin (2/12/2019).

Menurut Gus Muwafiq, isi ceramahnya yang disampaikan di Purwodadi, Jawa Tengah itu merespons tantangan-tantangan dari kaum milenial yang kerap menanyakan tentang nur Muhammad dan rembes. Rembes dimaknainya dengan ingus atau umbel.

"Saya yakin dengan seyakin-yakinnya nur Muhammad itu memancarkan sinar. Akan tetapi generasi sekarang banyak bertanya apakah sinarnya seperti sinar lampu, dan semakin dijawab semakin tidak ada juntrungnya. Kemudian terkait kata rembes, dalam bahasa Jawa itu umbel. Bahasa saya rembes itu umbel. Ini juga terkait dengan pertanyaan: apakah anak yang ikut kakeknya ini bersih, karena kakek saking cintanya sama cucu sampai cucunya apa-apa juga kadang boleh. Hal itu saja yang sebenarnya," ucapnya.

Ia menyatakan bahwa pernyataannya itu tidak bermaksud menghina Nabi. Ia sejak kecil dididik untuk menghormatinya. Namun demikian, ia meminta maaf kepada umat Islam jika pernyataannya dianggap menyinggung.

"Untuk seluruh kaum Muslim seluruh Indonesia, apabila kalimat ini saya lancang, saya mohon maaf sebesar-besarnya. (Saya) Tidak ada maksud menghina, mungkin hanya inilah cara Allah menegur agar ada lebih adab terhadap Rasulullah dengan kalimat-kalimat yang sebenarnya sederhana, tapi beberapa orang menganggap ini kalimat cukup berat. Kepada seluruh kaum Muslimin, saya mohon maaf," kata pria kelahiran Jogjakarta ini.


Foto     :  Dutaislam.com
Editor    : Galih Bayu Aji
Source : Nu.or.id
Share:

Turun Di Nomor Andalan, Eko Yuli Pastikan Emas Untuk Indonesia


ZAGS – Perolehan medali emas Indonesia kembali bertambah setelah Lifter putra andalan Merah Putih, Eko Yuli Irawan berhasil naik podium tertinggi. Eko Yuli sukses menjadi yang terbaik di kelas 61 kg cabang olahraga angkat besi SEA Games 2019 Filipina, Senin (2/12/2019).

Peraih medali emas Asian Games 2018 Jakarta-Palembang itu tampil penuh percaya diri di nomor andalannya ketika bertanding di RSMC Ninoy Aquino Stadion. Lifter berusia 30 tahun itu mencatat total angkatan 309 kilogram, dengan angkatan snatch 140 kilogram dan clean and jerk 169 kilogram.

Dilansir dari laman sindonews.com, Eko Yuli unggul lima kilogram dari total angkatan peraih perak asal Vietnam Thach Kim Tuan yang mengangkat total beban 304 kilogram, dengan angkatan snatch 135 kilogram, dan clean and jerk sama dengan angkatan Eko Yuli, seberat 169 kilogram.

Medali perunggu diamankan lifter Malaysia Muhammad Aznil yang membuat total angkatan 284 kilogram. Aznil mencatat angkatan snatch seberat 126 kilogram, dan angkatan clean and jerk 157 kilogram.

Ini emas kedua dari cabang angkat besi setelah lifter putri Windy Cantika Aisah menjadi yang terbaik di kelas 49 kilogram.

Windy sukses mengangkat total beban 190 kg. Pada angkatan snatch, atlet kelahiran 1 Juni 2002 (usia 17 tahun) itu mampu mengangkat beban 86 kg, sedangkan clean and jerk seberat 104 kg. Windy mengalahkan atlet Myanmar Pyae Pyae Pyo yang mengangkat total beban 180 kg, dengan angkatan snatch seberat 80 kg dan Clean and Jerk 100 kg dan lifter Vietnam, Thi Quyen Ngo, yang mengangkat total beban 172 kg, dengan angkatan snatch seberat 75 kg dan Clean and Jerk 97 kg.

Foto        : Antara Foto
Sumber    : Sindonews
Editor        : Ryanuri Rifki Ramadhan
Share:

Panen Melimpah, Warga Jepara Gelar Syukuran Kirab Seribu Ingkung




ZAGS -- Warga Desa Kendengsidialit, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, mengikuti tradisi kirab Seribu Ingkung. Itu dilakukan sebagai ungkapan syukur hasil pertanian yang melimpah.

Selama ini, warga Kendengsidialit dapat panen padi tiga kali dalam satu tahun. Begitu pula di tengah musim kemarau yang melanda, mereka tetap dapat panen padi.
Ingkung sendiri adalah olahan ayam yang dimasak secara utuh. Disajikan dengan nasi dan sayur di atas tampah atau wadah yang terbuat dari anyaman bambu.
Tampah berisi ingkung itu dikirab dari depan rumah kepala desa menuju area persawahan. Rombongan kirab melintasi jembatan yang sungainya merupakan air irigasi pertanian.

Sesampainya di lokasi, ingkung itu ditata berjajar sepanjang sekira 100 meter. Usai tahlil dan doa bersama, warga menyantap ingkung bersama-sama.
Dilansir dari laman Detik.com Kepala Desa Kendengsidialit, Kahono Wibowo, mengungkapkan wilayahnya memiliki lahan sawah sekitar 107 hektare milik warga, ditambah lahan khusus milik desa seluas 25 hektare. 


"Acara ini merupakan bentuk kesepakatan warga, dalam mempererat kerukunan. Serta yang paling penting mewujudkan rasa syukur kami kepada Tuhan. Dengan adanya kirab ingkung, kami harap warga dan penggarap sawah selalu ingat kepada Tuhan," ujarnya, Minggu (1/12/2019).

Dikatakannya, sesuai kesepakatan, setiap warga yang memiliki satu hektare lahan sawah, membawa enam ingkung. Namun, pemerintah desa juga tidak menghalangi, mereka yang tak memiliki sawah atau lahan yang hanya sedikit, untuk turut melambangkan rasa syukur mereka.

"Jumlah sawah di sini 107 hektar ditambah 25 hektar sawah pusaka. Setiap satu hektare membawa enam ingkung. Namun kalau mereka penggarap sawah atau yang berprofesi sebagai perajin misalnya, mau ikut ya silakan. Jadi jumlah ingkungnya ini ya sekitar seribuan," jelas Kahono.

Disebutnya, kirab ingkung tersebut satu dari rangkaian Gelar Budaya Desa Kendengsidialit.

"Gelar Budaya ini berlangsung dua pekan. Acara besar di antaranya, kirab Seribu Ingkung, panggung rakyat, kirab gunungan, dan pentas wayang kulit lima dalang lima panggung dalam satu cerita," imbuhnya.


Editor         : Fajar
Foto        : Wikha Setiawan
Sumber    : Detik.com
Share:

Peluang Indonesia Untuk Lolos Semifinal Masih Ada, Berikut Caranya!


ZAGS – Indonesia masih memiliki peluang untuk lolos setelah kalah dari Vietnam dalam laga ketiga fase grup  SEA Games 2019, Minggu (1/12) di Rizal Memoriam Stadium, Filiphina. Namun bukan berarti peluang Indonesia sudah kandas seusai kekalahan tersebut. Berikut ada cara-cara untuk Garuda Muda agar tetap dapat mengamankan tiket ke semifinal. 

Kalah dari Vietnam membuat Indonesia terlempar ke posisi ketiga klasemen sementara grup B SEA Games 2019. Indonesia memiliki poin yang sama dengan Thailand namun kalah dalam hal selisih gol.

Indonesia wajib memenangkan dua laga tersisa untuk bisa mendapat poin maksimal, yaitu 12 poin. Dua laga yang tersisa, yaitu menghadapi Brunei Darussalam dan Laos di atas kertas bisa diamankan oleh skuat Indra Sjafri.

Namun permasalahan yang menanti Indonesia bukan hanya sekadar memastikan kemenangan. Babak grup SEA Games mengutamakan selisih gol sebagai syarat lolos bila ada dua tim yang memiliki nilai sama.

Karena itu, Indonesia bukan hanya sekadar wajib menang, melainkan juga menang dengan skor telak. Indonesia saat ini masih memiliki selisih gol +3, kalah jauh dari Thailand yang mengoleksi +8.

1. Sebagai Runner up Grup
Dua laga tersisa Thailand adalah melawan Laos dan Vietnam. Laga lawan Laos bisa kembali dimanfaatkan oleh Thailand sebagai laga lumbung gol.

Thailand lalu menjalani laga hidup-mati lawan Vietnam. Situasi akan lebih mudah bagi Indonesia bila Vietnam menaklukkan Thailand. Bila hal itu terjadi, Indonesia cukup memenangkan dua laga tersisa tanpa syarat lain seperti harus pesta gol ke gawang lawan. Indonesia nantinya akan lolos sebagai runner up grup di bawah Vietnam

Vietnam sendiri menghadapi dua laga sulit di akhir. Selain Thailand, Singapura bisa jadi batu sandungan bagi Vietnam. Singapura punya permainan mumpuni meski di atas kertas masih ada satu kelas di bawah Vietnam.

2. Sebagai Juara Grup
Indonesia masih punya peluang untuk jadi juara grup jika kondisi di akhir grup memunculkan tiga tim dengan nilai sama. Bila Vietnam, Thailand, dan Indonesia sama-sama memiliki nilai 12, selisih gol akan berbicara.

Indonesia bisa jadi juara grup dengan situasi tersebut, tentunya dengan syarat punya selisih gol yang lebih baik dari Vietnam dan Thailand.

Namun hal ini bakal lebih berisiko dari segi hitung-hitungan gol karena saat ini Indonesia dalam kondisi tertinggal cukup jauh dalam hal selisih gol dibandingkan dua negara tersebut.

3. Situasi Kejutan
Vietnam saat ini diyakini jadi tim terkuat di grup B. Tetapi bila Vietnam secara mengejutkan kalah dari Singapura di partai keempat, hal itu akan memperbesar peluang Indonesia.

Syaratnya, tentu saja Indonesia harus menang lawan Brunei Darussalam di saat bersamaan. Bila Indonesia dan Thailand (lawan Laos) menang di saat Vietnam kalah dari Singapura, Indonesia punya posisi paling bagus jelang laga terakhir meski Vietnam dan Thailand juga mengoleksi poin yang sama (9).

Indonesia hanya akan menghadapi Laos di laga terakhir sedangkan Vietnam dan Thailand akan melangsungkan duel hidup-mati.

Foto        : Detik Sport
Sumber    : CNN Indonesia
Editor        : Ryanuri Rifki Ramadhan
Share:

Dramatis, Garuda Muda Harus Mengakui Keunggulan Vietnam


ZAGS - Timnas Indonesia U-22 harus tunduk secara dramatis dari Vietnam 1-2 pada laga ketiga Grup B SEA Games 2019, Stadion Rizal Memorial, Manila, Minggu (1/12/2019). Gol penentu kemenangan Vietnam tersebut tercipta pada masa injury time.
Hasil ini membuat Tim Garuda Muda berada di urutan ketiga Grup B dengan nilai enam. Indonesia kalah produktivitas gol dari Thailand di urutan kedua, dan tertinggal tiga poin dari Timnas Vietnam U-22 yang berada di posisi teratas.

Peluang Indonesia untuk lolos ke babak semifinal masih ada. Namun pasukan Garuda Muda, harus menyapu bersih kemenangan di dua laga sisa jika ingin lolos ke semifinal. Pada pertandingan selanjutnya, Indonesia akan bersua Brunei Darussalam di Binan Football Stadium, Binan, 3 Desember 2019. Sementara itu, pada hari yang sama, Timnas Vietnam akan bersua Singapura di Rizal Memorial Stadium.

Timnas Indonesia U-22 tampil di bawah tekanan sejak bola digulirkan. Pergerakan Nguyen Hoang Duc, Nguyen Tien Linh, dan Nguyen Trong Hoang yang menempati pos di lini depan kerap merepotkan barisan pertahanan Tim Garuda Muda. Akan tetapi, upaya Vietnam untuk mencetak gol selalu kandas.

Timnas Indonesia U-22 yang tampil lebih sabar dalam membangun serangan berhasil unggul lebih dulu pada menit ke-22. Berawal dari umpan lambung Asnawi Mangkualam dari sisi kanan, bola gagal ditangkap dengan baik oleh kiper Vietnam, Bui Tien Dung. Si kulit bundar pun membentur mistar gawang. Bola liar langsung disambar Sani Rizki dengan sundulannya yang membuat Indonesia unggul 1-0. 

Pada menit ke-24, Timnas Vietnam mengancam gawang Indonesia lewat aksi Do Hung Dung. Namun, bola hasil tembakan Hung Dung yang memanfaatkan umpan Nguyen Trong Hoang masih melenceng di sisi kanan gawang Timnas Indonesia U-22.

Memasuki menit-menit akhir, Vietnam semakin meningkatkan intensitas serangan. Namun, hingga turun minum, skor 1-0 untuk keunggulan Timnas Indonesia U-22 tetap bertahan.

Masuk paruh kedua, Timnas Indonesia U-22 mendapat perlawanan sengit dari Vietnam. Pada menit ke-50, Vietnam memiliki kans untuk menyamakan kedudukan lewat aksi Nguyen Quang Hai. Namun, bola hasil tendangan Quang Hai yang memanfaatkan umpan dari Nguyen Tien Linh dari dalam kotak penalti masih dengan mudah diamankan Nadeo Argawinata.

Masuk menit ke-64, gawang Timnas Indonesia U-22 kebobolan. Eksekusi sepak pojok Hung Dung mampu disambut Nguyen Thanh Chung menjadi gol dengan sundulan.

Berhasil menyamakan kedudukan membuat Timnas Vietnam U-22 semakin meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-75, Nguyen Hoang Duc nyaris membawa Vietnam berbalik unggul. Akan tetapi, bola hasil tendangan keras Hoang Duc yang memanfaatkan umpan sepak pojok Hung Dung masih jatuh tepat dipelukan Nadeo Argawinata.

Pada menit ke-90+1, Vietnam berhasil menggandakan keunggulan. Bola hasil tendangan keras kaki kiri Nguyen Hoang Duc dari luar kota penalti menghujam deras gawang Timnas Indonesia U-22. Sampai pertandingan berakhir, skor 2-1 untuk kemenangan Timnas Vietnam tetap bertahan

Foto        : Antara Foto
Sumber    : Bola.com
Penulis        : Ryanuri Rifki Ramadhan
Share:

Arsip Blog

Recent Posts

Label