Cabang Dance Sport Berhasil Raih Emas Untuk Indonesia


ZAGS - Indonesia kembali menambah pundi-pundi medali di ajang SEA Games 2019 Filipina. Kali ini, pada cabang olahraga dance sport nomor break dance yang mampu mempersembahkan emas yang digelar di Royce Hotel, Pampanga, Minggu (1/12).

Emas tersebut diraih Dwi Cindy Desyana di sektor break dance putri. Ia mampu mengalahkan penari tuan rumah, Debbie Mahinay, yang hanya bisa berada di peringkat dua dan harus puas meraih perak.
Hasil itu membuat Indonesia hingga saat ini berhasil mengumpulkan dua emas, satu perak, dan tiga perunggu. Tapi, perolehan ini masih tertinggal dari tuan rumah Filipina yang sudah mengoleksi delapan emas, empat perak, dan lima perunggu.

Selain itu, Indonesia juga mendapatkan medali perak pada cabang angkat besi. Lisa Setiawati yang tampil pada kelas 45 kilogram, mampu duduki peringkat kedua. Ia kalah dari lifter Vietnam, Vuong Thi Huyen, yang mampu menorehkan emas.

Foto        : Kompas.com
Sumber    : IDN Times
Editor        : Ryanuri Rifki Ramadhan
Share:

Peringati Hari Aids Sedunia, Maidi : Jauhi Penyakitnya, Bukan Orangnya!


ZAGS -- Tanggal 1 Desember 2019, Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana mengadakan kegiatan peringatan Hari Aids Sedunia. Peringatan Hari Aids Sedunia ini diadakan di Atrium Suncity Mall, Kota Madiun, Minggu (1/12).

Dalam peringatan Hari Aids ini, Walikota Madiun, Maidi juga turut hadir dalam peringatan yang diadakan oleh Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana. Maidi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memerangi HIV/Aids. Walikota Madiun mengatakan bahwa kita perlu menjauhi hal-hal yang bisa menyebabkan terjangkitnya virus berbahaya ini.

"Orang Kota Madiun harus sehat," ujarnya.

Walaupun Walikota Madiun mengajak masyarakat untuk memerangi HIV/Aids dengan cara menjauhi hal-hal yang bisa membuat terjangkit oleh penyakit ini, namun Walikota Madiun mengajak masyarakat untuk tidak membatasi dan menutup diri kepada Orang-orang Dengan Hiv/Aids (ADHA). Maidi mengajak masayarakat untuk meningkatkan simpati kepada ADHA, dan Ia mengatakan jangan sampai mereka, para ADHA merasa dikucilkan karena penyakit yang mereka derita ini.

Menurut Walikota Madiun, masyarakat harus memberikan perhatian khusus kepada para penderita HIV/Aids yang mereka kenal. Dan janganlah mereka menceritakan penyakit yang diderita orang tersebut kepada orang lain.

Maidi dalam pidatonya juga menyampaikan, jika para penderita HIV/Aids tetap memiliki hak sama untuk tetap hidup bersama di tengah-tengah masayarakat. "Jangan jauhi orangnya, tetapi jauhi saja penyakitnya," tegas Walikota.

Walikota meminta Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana untuk senantiasa pro aktif dalam mendata dan membina para penderita HIV/Aids. Serta tidak lupa untuk selalu mengudikasi masyarakat seluas-luasnya mengenai bahayanya penyakit HIV/Aids ini.

HIV/Aids tidak sama dengan virus-virus lainnya, karena penyakit ini hanya bisa ditularkan jika pelakunya melakukan hubungan langsung dengan orang lain atau dalam artian melakukan kontak fisik. Selain melalui kontak fisik, dengan berganti-ganti pasangan, menggunakan jarum suntik secara bergantian, dan penggunaan narkoba bentuk suntik juga bisa menularkan penyakit HIV/Aids.

Walikota Madiun berharap jika penyebaran HIV/Aids di Kota Madiun bisa berkurang, sehingga masyarakat lebih sehat dan produktif. "Sakit itu mahal, sehat itu murah. Maka dari itu, mari sejak sekarang kita hidup sehat," tandasnya.




Foto : Istimewa
Sumber : Madiuntoday.id
Editor : Sarah Dhiba Ashari

Share:

Ambisi Kapten Vietnam : Timnas Indonesia Akan Kami Kalahkan 0 - 2


ZAGS -- Kapten Timnas Vietman U-23 Que Ngoc Hai mengatakan akan mengalahkan Timnas Indonesia U-23 dengan selisih 0-2 pada laga Grup B SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Minggu.

Dua tim terbaik dalam Grup B ialah Vietnam dan Indonesia. Kedua tim ini dikatakan tim terbaik karena mereka sama-sama meraih kemenangan di dua laga awal dan akhirnya harus bersaing ketat untuk menduduki puncak klasemen. Akan tetapi, Vietnman berhasil unggul atas Indonesia dikarenakan produktivitas gol yang mereka cetak.

Ngoc Hai percaya bahwa timnya bisa mengalahkan Indonesia. Ngoc Hai juga tidak memungkiri bahwa Indonesia akan menjadi lawan yang berbeda bagi timnya di liga nanti. Ngoc Hai mengatakan hal tersebut, karena di dua laga awal timnya menang telak saat menghadapi Brunei Darussalam dan Laos. Saat laga dengan Brunei Darussalam, timnya berhasil menang dengan skor 6-0 dan saat dengan Laos timnya juga berhasil menang 6-1. Dengan kemenangan dua kali tersebut, Kapten Timnas Vietnam percaya jika timnya juga bisa mengalahkan Indonesia.

"Jelas pertandingan melawan Indonesia akan berbeda dari laga melawan Brunei dan Laos. Meski sedikit lebih sulit, tapi Vietnam saya yakin akan tetap menang dengan skor akhir 2-0," ujar Ngoc Hai dikutip dari Bao Hatinh.

Menurut Ngoc Hai, Timnas Indonesia U-23 yang diasuh oleh Indra Sjafri bermain impresif di dua laga awal saat mengalahkan Thailand dan Singapura. Garuda Muda juga dianggap memiliki sejumlah gelandang yang cepat.

"Indonesia bermain kolektif dan saat ini mereka menarik untuk dilihat, dan mereka menjadi lawan utama Vietman di grup ini. Keunggulan Indonesia adalah gelandang mereka punya kecepatan yang bagus." ucap Ngoc Hai. Dikutip dari CNNIndonesia, Ngoc Hai mengatakan untuk mengatasi kekuatan itu semua orang tahu para pemain Vietnam punya cara bermain bertahan berkualitas seperti Trong Hoang, Van Hau atau Tan Tai. Jadi mungkin kekuatan Indonesia bukan suatu masalah besar.

Timnas Indonesia U-23 berhasil mengalahkan Thailand dan Singapura dengan skor sama yaitu 2-0 di dua laga awal. Dengan dua kemenangan ini, jika Indonesia berhasil menang atas Vietnam, maka Indonesia akan memiliki peluang besar untuk menjadi juara Grup B.



Foto : Istimewa
Sumber : CNNIndonesia.com
Editor : Sarah Dhiba Ashari
Share:

Lare-Lare Dolanan Sore, Memperkenalkan Budaya Memperkecil Gadget untuk Anak. Siapa Takut?



ZAGS -- Sabtu, 11 Mei 2019 waktu itu Putra Putri Solo 2018 telah berhasil mengadakan acara yang membuat anak-anak Sanggar Tari di Taman Cerdas, Kelurahan Jebres dapat bermain dengan gembira.

Lare-lare dolanan sore (LALADORE) ini dilaksanakan oleh para finalis Putra-Putri Solo 2018 dengan mengangkat tema “nguri-nguri kabudayan jawi”. Tema ini diangkat oleh para panitia Putra-Putri Solo 2018 karena mereka ingin mengajak anak-anak untuk bermain permainan-permainan jawa. “ Acara ini diadakan karena jika dilihat sekarang, anak-anak lebih tertarik untuk bermain gadget daripada bermain permainan tradisional jawa” Kata Laurensia Liona (26 Tahun) sebgai wakil ketua acara LALADORE. 

Acara tersebut mulai pukul 4 sore hingga pukul 5, setelah itu dilanjutkan dengan buka bersama anak-anak yang sudah bermain bersama-sama tadi. Acara itu berjalan dengan lancar, bahkan sebelum acara tersebut di mulai para anak-anak dari Sanggar Tari Taman Jebres tersebut sudah menunggu dengan semangat untuk segera bermain permainan yang telah disediakan.

Bagi panitia sendiri, mereka ingin mengingatkan anak-anak jaman sekarang, bawa permainan itu tidak hanya yang ada di layar telepon pintar saja. Namun, permainan juga ada yang mengharuskan pemain untuk bersama atau ber-regu, ada yang menggunakan gerakan tangan ataupun kaki, ada juga yang menggunakan alat ataupun tidak menggunakan alat. Pada acara tersebut, panitia juga telah menyiapkan berbagai macam hadiah juara bagi para pemain, seperti buku dongeng anak, buku cerita, ataupun permen cokelat.

Acara ini dibuka bagi masyarakat umum, panitia tidak hanya mentargetkan anak-anak yang bermain. Namun, ibu-ibu ataupun mas-mbak diperbolehkan juga untuk bermain permainan tradisional yang sudah dsediakan oleh panitia. Mereka ingin, masyarakat mengingat kembali dan melestarikan permainan-permainan tradisional ini, dan keberadaannya tidak tergeser oleh gadget.

Permainan-permainan yang disediakan oleh Panitia ada Dakon, Balik papan,Engklek, Lompat tali, Egrang, Gasing, dan Bakiak. “ dan permainan yang paling favorit itu ada Gasing dan Bakiak,” kata Laurensia Liona.

Karena adanya beberapa faktor yang membuat panitia harus memikirkan pula jenjang acara ini, maka acara ini tidak berlangsung secara terus-menerus. Hanya 4 kali saja dilakukan. Dan tanggal 11 kemarin adalah rangkaian terakhir dari acara Putra-Putri Solo 2018, dan di tutup dengan buka bersama di gedung serba guna Taman Cerdas, Kelurahan Jebres. Namun, panitia mengatakan adanya harapan untuk melanjutkan LALADORE. Akan tetapi, untuk melanjutkannya lagi panitia tetap butuh pertimbangan, karena kesibukan masing-masing dan untuk dana juga harus dipertimbangkan lagi.

Menurut Bu Atik, (38 tahun) selaku orang tua dari salah satu anak yang ikut bermain di acara Laladore, ia memberi apresasi sekali, untuk mengingatkan anak-anak pada permainan dulu (Permainan Jadul) masa orang tuanya dulu, anak-anak sekarang tidak banyak tahu tentang permainan dulu. Dengan adanya acara ini, membantu anak-anak untuk belajar mengenal budaya tradisional.

Menurut Wida, (9 tahun) acara yang dibuat oleh Putra-Putri Solo 2018 ini sangat seru, dan Wida berharap acara seperti ini selalu diadakan lagi untuk kedepannya.

Foto : Dok Zags
Penulis : Sarah Dhiba Ashari
Share:

Walikota Madiun Sampaikan Progres Pembangunan Kota, Saat Terima Kunjungan dari PAGUMA


ZAGS -- Walikota Madiun, yaitu Maidi menerima kunjungan dari Paguyuban Masyarakat Madiun (Paguma) yang sedang merantau di Kota Surabaya. Tujuan Paguma pulang ke Kota Madiun selain untuk pulang ke kampung halaman, mereka juga ingin bersilaturahmi dengan Walikota Madiun yang baru.

Kedatangan Paguma disambut hangat oleh Walikota Maidi, Maidi juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Paguma yang sudah bersedia memberikan waktunya untuk hadir. Maidi berharap agar pertemuan ini diagendakan setiap satu tahun sekali.

Dalam pertemuannya bersama Paguma, Maidi juga menyampaikan mengenai apa yang ingin Ia raih untuk Kota Madiun ke depannya. "Perlu saya sampaikan progres pembangunan kota kita. Pemerintahan baru ini punya program Panca Karya, yakni Madiun Pandai, Melayani, Membangun, Peduli, dan Terbuka. SDM harus unggul kalau kita mau maju," ungkap Maidi dihadapan para anggota Paguma.

Menurut Walikota Madiun, untuk adanya hidup yang sempurna di Kota Madiun harus kompetitif. Selain program Panca Karya tadi, Maidi juga menjelaskan mengenai program baru yang sedang dilakukan, yaitu mewujudkan SDM yang unggul, tahun depan  Pemerintah Kota Madiun juga akan memberikan laptop dan seragam gratis untuk para pelajar.

"Pola-pola ini harus kita kembangkan. Beberapa beasiswa juga sudah mulai diberikan, namun pola pemberian harus jelas. Tiap tahun ASN banyak yang pensiun. Maka dari itu Pemkot memberikan beasiswa kerjasama dengan perguruan tinggi negeri luar kota, setelah lulus mereka bisa bekerja untuk Kota Madiun," ujar Maidi.

Saat menjelaskan mengenai Madiun kota Melayani, Walikota mengatakan bahwa penanganan infrastruktur harus lah diprioritaskan. Walikota memberi contoh seperti Taman Lalu Lintas Bantaran yang sudah diperbaiki infrastrukturnya, yang mana hal tersebut merupakan program kerja yang bertujuan untuk menggerakkan ekonomi kreatif di Kota Madiun.

"Nantinya setiap kecamatan akan ada sentra-sentra ekonomi kreatif baru. Harapannya menjadi kota kecil yang semakin menumbuhkan perekonomian masyarakat," lanjutnya.

Maidi menegaskan bahwa pembangunan yang sedang diusahakan ini tidak akan berjalan secara optimal dan lancar tanpa partisipasi aktif dan peran serta dari masyarakat. Maidi juga meminta kepada para anggota Paguma untuk menyampaikan masukan maupun saran yang dimiliki, demi kemajuan Kota Madiun.



Foto : Istimewa
Sumber : Madiuntoday.id
Editor : Sarah Dhiba Ashari
Share:

Napak Tilas Sriwedari yang Tetap Berkelas



ZAGS -- Taman Sriwedari merupakan salah satu cagar budaya yang berada di Jalan Slamet Riyadi, Sriwedari, Laweyan, Surakarta. Dilansir dari laman Budayajawa, Taman Sriwedari ini sudah dioperasikan sejak era Pakubuwana X, yang mana taman ini digunakan sebagai  tempat tradisi hiburan Malam Selikuran. Selain itu, Taman Sriwedari juga pernah digunakan sebagai tempat penyelenggaraan PON I yang diselenggarakan pada tahun 1948.

Pada tahun 1877, KMRT Wirjodiningat membeli tanah Sriwedari dari orang Belanda yang bernama Johannes Buselar dengan status tanah menjadi hak milik. Lalu tanah tersebut dilanjutkan oleh adik ipar KRMT Wirjodiningrat untuk dibangun menjadi sebuah taman. Pada saat Undang-undang Pokok Agraria keluar, pada 24 September 1960. Dengan adanya Undang-undang tersebut, status kepemilikan tanah didaftarkan kembali namun ternyata pihak KMRT Wirjodiningrat hanya mendapatkan status sebagai hak guna bangunan. Hal tersebut terjadi karena pendaftaran status hak kepemilikan ini baru di daftarkan pada tahun 1965. Dulunya, taman ini dibangun karena terinspirasi dari mitos tentang keberadaan sebuah taman di surga dan akhirnya diresmikan pada 1 Januari 1902.

Taman Sriwedari pernah menjadi sengketa dengan ahli wari KRMT Wirjodiningrat yang terbagi menjadi 11 kelompok dengan keinginan yang berbeda-beda. Sengketa tersebut dimasukkan kedalam pengadilan Negeri Solo pada tahun 1970. Putusan kasasi di tingkat Mahkamah Agung pada tahun 1980, menyatakan abhwa ahli waris yang berhak atas adanya gugatan tersebut ialah HGB 22 sampai 1980. Dalam hal ini, Pemerintah Kota Solo wajib membayar ganti rugi uang sewa persil dan gedung. Namun, untuk gugatan agar pemkot mengosongkan dan penyerahkan persil dan gedung kepada ahli waris tidak bisa diterima. Ahli waris tetap berusaha mendapatkan hak yang harus dia terima, dengan cara memperpanjang hak kepada BPN Solo. Namun hal tersebut tidak bisa diterima oleh BPN Solo.

Taman Sriwedari menjadi tempat pusat perkembangan kesenian dan kebudayaan di Kota Solo. Taman Sriwedari ini memiliki beberapa bagian yang ada di dalamnya. Bagian depan Taman Sriwedari terdapat pendapa yang digunakan sebagai tempat berkumpul ataupun pertunjukan tari. Di depan pendapa, ada patung Rama dan Sinta yang terinspirasi dari salah satu fragmen sendratari Ramayana yang dibuat sebagai perayaan 100 tahun Taman Sriwedari.

Di zaman modern seperti sekarang ini, Taman Sriwedari tampak kurang diminati oleh masyarakat lagi. Hanya ada beberapa saja yang pergi berkunjung ke Taman Sriwedari. Terlebih remaja modern sekarang ini, ternyata banyak dari mereka yang tidak mengetahui dimana letak maupun sejarah dari Taman Sriwedari. Seperti Rika, yang saat itu zags temui “Saya tidak tahu dimana itu Taman Sriwedari, jadi saya belum pernah kesana”

“Jika cagar budaya tidak lagi mendapat perhatian dari masyarakat, bagaimana bisa cagar budaya bisa tetap lestari di tengah masyarakat modern sekarang ini.” kata Edo, salah satu penikmat budaya. Edo pun juga menambahkan, jika seharusnya “Sebagai masyarakat modern, kita harus tetap menyukai sekaligus memperkenalkan budaya yang kita miliki kepada masyarakat luas. Karena budaya merupakan salah satu sejarah yang ada pada masanya.”

Foto : Istimewa
Penulis : Sarah Dhiba Ashari
Share:

Arsip Blog

Recent Posts

Label